Puzzle Akhlak dibuat untuk membantu orangtua dan guru mengajarkan anak tentang kalimat thayyibah. Selain itu, juga membantu memberikan pemahaman mengenai kapan kalimat thayyibah digunakan. Puzzle Akhlak menggunakan metodde Montessori agar lebih mudah dipahami anak.
Popo, mobil pos ada tugas untuk mengirim surat penting hari ini. Sebuah surat ucapan ulang tahun untuk Nenek. Surat itu harus sampai sebelum pukul 09.00. Namun, di tengah jalan ternyata ada genangan air yang cukup tinggi karena hujan lebat dan tumbukkan sampah yang menyumbat selokan. Bagaimana Toto mengatasi masalah ini? Mampukah Toto mengantar surat itu tepat waktu?
Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia akan tiba. Sekolah mengadakan lomba bernyanyi lagu Indonesia Raya Rano ingin sekali mengikuti dan memenangan lomba. Ibu berkata, bahwa Rano bisa jika berkerja keras. Bisakah Rano mengikuti lomba dengan optimal? Yuk, cari tahu kisah Rano selanjutnya.
Di hari pertama sekolah, Rama seekor merak bertemu dangan Buni si kelinci, Kaka si kancil, dan Dodo si domba.
Ruli belum bisa membaca. Ia tidak tahu bagaimana membaca tulisan di sekitarnya. Rulis pergi ke taman, ke toko permen, dan ke rumah temannya. Di depan ada papan tapi Ruli tidak bisa membacanya.
Hari pertama masuk sekolah telah tiba. Obet berjanji akan memakai seragam sendiri, tanpa bantuan Bunda. Ia berulang kali memasukkan kancing ke lubangnya. Berulang kali pula ia gagal. Obet tidak menyerah.
Dul tinggal bersama Mpok, ibunya. Mpok sedang memilih pekerjaan yang sesuai. Karena Mpok pandai masak Nasi Ulam, Mpok yang dibantu dengan Dul menjual Nasi Ulam di keliling desa.
Rubi memiliki satu mainan favorit, sebuah teropong berwarna kuning. Suatu hari ketika Rubi dan kakaknya, Raya, sedang asyik bermain, Raya tak sengaja mematahkan teropong milik Rubi.
Ciko dan Diko sedang bermain bersama. Mereka senang menemukan gabah yang tercecer di jalan setapak. Setelah mana, Ciko mengajak Diko minum di kolam.. Ciko tidak sabar menunggu Diko yang berjalan sangat lambat. Ciko meremehkan Diko karena kakinya tidak sekuat kaki Ciko.
Ibu mengajak Nura ke rumah Nenek Tiwi. Baru sebentar di sana, Nura merasa bosan. Nura merasa tidak punya teman. Sore harinya, halaman rumah Nenek Tiwi ramai anak-anak bermain disana. Mereka memainkan permainan tradisional bernama engklek.