Saat pulang sekolah, Ayu penasaran melihat Feni tersenyum-senyum sendiri. Nanti malam Fbi akan merayakan Imlek. Ia akan menonton barongsai bersama Mama dan Papanya. Namun. ketika mereka sampai di rumah Feni, si Mbok memberi kabar kurang menyenangkan. Papa dan mama Feni harus bekerja sampai malam. Feni tampak sedih. Ia membayangkan ini adalah Imlek yang sepi dan menyedihkan. Ayu melihat itu semu…
Hari ini Made merayakan Galungan. Ayu, Feni, dan Tobias datang berkunjung. Ternyata Made sedang menyusun sesajen. Made tampak cakap dengan udeng di kepalanya. Tobias ingin mengenakan udeng juga. Dibantu oleh Made, Tobias pun mengenakan udeng dan tak kalah cakap. Mendengar pujian teman-temannya, Tobias menari-nari kegirangan. Saking girangnya Tobias menyenggol sesajen hingga rusak dan berantakan…
Buku dengan augmented reality & karakter 4D. Setiap hari Tutumu dan Ibu merasa resah. Raksasa selalu datang untuk meminta sepanci bubur. Jika tidak, ia akan menculik Tutumu. Dengan kreatif, Tutumu berhasil mengusir Raksasa. Penasaran bagaimana cara Tutumu dapat mengusir Raksasa?
Pada suatu hari, hantu penculik manusia datang dan menggangu desa. Warga pun ketakutan dan meninggalkan desa, tetapi tidak untuk seorang Kelingking. Walaupun tubuhnya sekecil kelingking orang dewasa, ia dengan berani melindungi desa. Ingin tahu bagaimana cara Kelingking Si Pemberani mengusir hantu manusia?
Seri Anak Muslim Islam Agamaku Usia 5-6 Tahun Semester 1 disusun untuk mengembangkan kemampuan pendidikan Agama Islam anak usia 4-5 tahun. Materi dalam buku ini mengacu pada Kurikulum RA/BA/TA terbaru sesuai keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3489 Tahun 2016.
Ibu Guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah. Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta ya…
Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku nggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu. Meps rambutnya pendek banget. Kata Beps, setiap minggu Meps mesti cukur. Kalau tidak, kesaktiannya hilang. Apa kesaktian Meps? Nanti aku ceritakan!
Buku anak-anak ini berisi berbagai catatan Soca ketika dirinya duduk di bangku SD hingga masuk SMP. Bagi pembaca yang sudah dewasa, mungkin merasakan nostalgia, bahkan mungkin muncuk perasaan yang sulit diungkapkan, yang menggambarkan lebih dari nostalgia
Na Willa is a bright, adventurous girl living in Surabaya's suburbs, her home in the middle of an alley surrounded by cypress trees. She spends her days running after trains with Dul (she always beats him), going down to the market with Mak, and thinking about how people can sing through radios. But while everyone else tells Na Willa what to do and who to be, Na Willa wants to be free. She does…