Dul tinggal bersama Mpok, ibunya. Mpok sedang memilih pekerjaan yang sesuai. Karena Mpok pandai masak Nasi Ulam, Mpok yang dibantu dengan Dul menjual Nasi Ulam di keliling desa.
Rubi memiliki satu mainan favorit, sebuah teropong berwarna kuning. Suatu hari ketika Rubi dan kakaknya, Raya, sedang asyik bermain, Raya tak sengaja mematahkan teropong milik Rubi.
Ciko dan Diko sedang bermain bersama. Mereka senang menemukan gabah yang tercecer di jalan setapak. Setelah mana, Ciko mengajak Diko minum di kolam.. Ciko tidak sabar menunggu Diko yang berjalan sangat lambat. Ciko meremehkan Diko karena kakinya tidak sekuat kaki Ciko.
Ibu mengajak Nura ke rumah Nenek Tiwi. Baru sebentar di sana, Nura merasa bosan. Nura merasa tidak punya teman. Sore harinya, halaman rumah Nenek Tiwi ramai anak-anak bermain disana. Mereka memainkan permainan tradisional bernama engklek.
Risa dan Erdo ingin menjenguk Ima yang sudah beberapa hari tidak berangkat sekolah karena sakit. Risa dan Edo berpikir untuk membawa buah tangan untuk Ima. Risa ingin membelikan buku, sementara Erdo ingin membelikan mainan dan buah. Ibu lalu membantu mereka membeli buah tangan untuk Ima.
Gani melihat ada beberapa kue coklat di dalam kulkas. Gani tahu, kue itu bukan miliknya. Namun, karena sudah lapar, Gani akhirnya memakan kue itu semua. Bunda heran saat membuka kulkas, kuenya sudah tidak ada. Bunda lalu bertanya pada Gani.
Lilo merasa malu ketika menunjukkan gambarnya kepada Belo. Lilo merasa gambarnya kurang bagus. Eh, ternyata Belo malah memuji hasil gambar Lilo. Tentu saja Lilo senang sekali. Ia menjadi bersemangat untuk menggambar lagi, dan lagi.
Popi si lumba-lumba melihat Gugu si anjing lompat dari perahu. Perahu pun pergi menjauh. Popi melihat ada seekor Bosa si hiu nakal mendekat dan ingin melukai Gugu. Popi mencari cara dan meminta bantuan teman-temannya untuk menghalau Bosa dan menyelamatkan Gugu.
Genta senang sekali, ibu memberikan sekotak pensil. Pesan ibu, gunakan pensil satu per satu dulu. Namun, Genta yang merasa punya banyak pensil tidak menghiraukan pesan ibu. Ketika ia menggunakannya, ia akan meletakkan pensil sembarangan. Hingga saat ia akan sekolah, ternyata pensil barunya habis.
Felix the Ferret loves flowers. One day, he decides to plant some flowers. Day by day goes by, but no flowers come up. What will he do next? Will his patience last?