Tahun 1899 seorang perempuan berdarah ningrat menolak disapa Raden Ajeng. Sebagai putri bupati, ia sebenarnya berhak menerima penghormatan itu. Tapi ia menolaknya dengan segala alasan. Di sepucuk suratnya, perempuan itu menulis: Panggil Aku Kartini saja, itulah namaku! Kartini yang kita tahu bukan sekadar pelopor emansipasi perempuan, melainkan juga ?pengkritik yang tangguh dari feodalisme buda…
Baek Sehee is a successful young social media director at a publishing house when she begins seeing a psychiatrist about her - what to call it? - depression? She feels persistently low, anxious, endlessly self-doubting, but also highly judgmental of others. She hides her feelings well at work and with friends; adept at performing the calmness, even ease, her lifestyle demands. The effort is exh…
Lahir dari keluarga komunitas penyintas di pegunungan Idaho, Tara Westover berusia tujuh belas tahun saat pertama kali menginjakkan kakinya di ruang kelas. Keluarganya sangat terisolasi dari masyarakat kebanyakan sehingga tidak ada yang memastikan apakah anak-anak mereka mendapatkan pendidikan, dan tidak ada yang turun tangan ketika salah seorang kakak laki-laki Tara melakukan kekerasan. Ketika…
Kemerdekaan Republik Indonesia didapat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Jutaan nyawa melayang demi satu cita-cita, Indonesia Merdeka! Jutaan nyawa gugur di medan pertempuran, ada yang kita kenang namanya hingga sekarang, namun, lebih banyak yang kita tidak pernah tahu namanya hingga saat ini. Buku ini kami hadirkan sebagai salah satu usaha untuk mengingat jasa-jasa besar mereka. Selain …
Written in Indonesia, this book tries to highlight the message of peace from Cheng Ho (Zheng He)'s voyage. In addition, to maintain focus, the book you are reading limits itself to various details that have no correlation with Cheng Ho (Zheng He) or Indonesia.
Saat mewakili Indonesia dalam Perjanjian Renville pasca Agresi Militer Belanda II, Agus Salim menentang keras pernyataan utusan Belanda yang mengatakan bahwa Republik sudah mengkhianati nota kesepahaman Linggarjati. Kepada Kapten Van Vredenburg ia berkata, ?Apakah tindakan tuan-tuan dalam aksi agresi bisa dikatakan benar dan tidak menyalahi nota Linggarjati? Jika tuan-tuan, sekali lagi, melanca…