Jadilah kata-kata yang saling merekat, mempertemukan dan menghubungkan kalimat-kalimat, tanpa mempersoalkan arti, karena kelak di sanalah kautemukan alam baru, yang mempersatukan kau dan dia. Kau dan dia, melebur dalam keindahan, segalanya pun berpijar, terciptalah semua debar, degup, gemuruh, yang melenyapkan batas dan antara, hanya ada nyawa yang saling mencari dan merengkuh. Duka, bahagia, b…
Buku ini berisi kumpulan enam belas esai yang ditulis antara tahun 1985 dan 2021. Di antara keenam belas karangan itu, enam pada asalnya terbit dalam bahasa Prancis, tujuh dalam bahasa Inggris, dan tiga dalam bahasa Indonesia. Buku ini merupakan persembahan kepada kebhinekaan kebudayaan Indonesia di bidang agama (dalam hal iin agama Islam dan Konghucu), sastra ( di sini empat karangan tentang s…
Novel Indonesia pertama bukanlah Azab dan Sengsara, tetapi Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh). Bukan terbit awal 1920-an, tetapi 35 tahun sebelumnya. Bukan buah pena Merari Siregar; seorang Batak, melainkan seorang Tionghoa dari Bogor, Lie Kim Hok. Malah karangan Lie Kim Hok itu didahului aktivitas penulis peranakan lain yang sejak tahun 1850-an dengan munculnya dunia pers dan penerbitan, atau bah…
Anak-Anak Semar karya Sindhunata berkisah tentang Semar sebagai pembawa harapan dan pengingat akan nilai-nilai serta akar budaya di tengah zaman yang bergerak begitu cepat. Dalam buku dengan ilustrasi lukisan karya Nasirun ini, wajah Semar kerap berubah-ubah. Kadang ia disebut Sang Pamomong, sosok yang selalu melindungi rakyat kecil yang tertindas. Lain waktu, ia juga seperti pohon rindang yang…
Buku ini berisi tentang gambar-gambar wayang purwa dan keterangan tentang sejarah riwayat wayang secara singkat