Teman, kalau boleh kuungkit tentang genggamanmu ketika kita jalan. Sungguh, itu terlalu nyaman sehingga timbul salah pengertian. Yang aku takutkan, semakin jauh, akan ada hati yang kemudian lancang berperasaan. Hatiku, kemungkinan
Aku senang meminta. Bahagia tanpa luka, kalimat pereda lara, dan lagu-lagi cinta. Kamu pun ada di antaranya. Walau aku tahu, kami tak bisa jadi pengakhir jeda, sebab kamu sepenuhnya miliknya.