Pangeran Katak senang melompat keliling desa sambil meregangkan keteknya. Namun, hewan-hewan jatuh pingsan saat ia lewat. Seekor lalat kecil memberitahu Pangeran Katak bahwa bau keteknya adalah penyebab semua hewan pingsan. Ia lalu mencium keteknya sendiri dan mencium bau yang amat tidak sedap. Dengan bantuan penasihatnya, Pangeran Katak mencari cara supaya keteknya tidak bau lagi.
Kota kecil itu dipenuhi sampah. Botol plastik, kaleng kemasan, dan sisa-sisa makanan telah mengotori banyak tempat. Hueeek! Aroma tak sedap melayang di udara mengganggu acara makan bersama. Bunbun dan Papap terlihat panik. Sambil mengajak Kaka dan Dede, mereka pun beraksi. Selain cerita yang kocak dan menghibur, buku ini juga dilengkapi dengan informasi tentang sampah dan cara mengelolanya.