Sebagai seorang luxury travel planner, pekerjaan Ria adalah berkeliling dunia. Berbagai tempat gemerlap modern hingga yang terpelosok telah ia kunjungi. Barang-barang mewah mampu ia beli. Namun, sejauh bertualang, Ria tak pernah menemukan tempat kembali: rumah. Tak ada alasan untuk pulang. Bagi Ria, rumah adalah tempat kebencian pada ibu dan ayahnya menetap.
Zenna lahir urutan keenam dari sebelas saudara. Ia bersama keluarganya tinggal di punggung gunung Singgalang. Saat kecil, Zenna sudah bekerja keras untuk hidup. Ia pergi ke sekolah dengan sepatu rombeng naik-turun gunung sambil membawa jagung rebus untuk dijual. “Besok Abak belikan sepatu baru kalau sudah dapat uang,” janji Abaknya pada Zenna sebelum berangkat ke sekolah. Namun tak sempat A…